Scroll TikTok sebentar aja, pasti kamu nemuin konten “Link di bio ya guys!” atau “Cek keranjang kuning!” Itulah dunia affiliate marketing yang lagi booming banget sekarang. Banyak orang yang awalnya cuma iseng upload video, eh tiba-tiba dapet komisi jutaan per bulan.
Tapi jangan salah, nggak semua orang yang daftar jadi affiliate langsung sukses. Banyak yang stuck di angka nol komisi meskipun udah rajin upload konten. Kenapa? Karena mereka nggak punya strategi yang jelas.
Di artikel ini, kamu bakal dapat 7 Tips Sukses Menjadi Affiliate TikTok dan Shopee untuk sukses jadi affiliate TikTok dan Shopee. Dari cara milih produk yang tepat sampai teknik bikin konten yang bikin orang langsung klik “Beli Sekarang”. Cocok banget buat kamu yang baru mulai atau yang udah jalan tapi hasilnya masih mentok. Yuk, simak sampai habis!
1. Pilih Niche yang Spesifik dan Kamu Kuasai
Ini kesalahan terbesar pemula: promosiin semua produk asal ada komisi tinggi. Hasilnya? Follower bingung, engagement rendah, dan nggak ada yang percaya sama rekomendasi kamu.
Yang benar adalah fokus ke satu niche tertentu. Misalnya: produk skincare untuk kulit berjerawat, gadget elektronik budget-friendly, fashion hijab casual, atau produk ibu dan bayi. Semakin spesifik niche-mu, semakin mudah kamu membangun kredibilitas dan kepercayaan.
Kenapa niche itu penting? Karena algoritma TikTok dan Shopee akan lebih mudah mengenali audiensmu. Kalau kontenmu konsisten tentang skincare, platform akan push kontenmu ke orang-orang yang emang lagi nyari review skincare. Plus, follower yang datang itu qualified—mereka emang tertarik sama niche-mu, jadi conversion rate juga lebih tinggi.
Pro tip: Pilih niche yang kamu benar-benar pakai atau kuasai. Kalau kamu sendiri nggak pernah pakai produk yang kamu promosiin, itu keliatan banget dan orang nggak akan percaya.
2. Riset Produk dengan Komisi dan Demand Tinggi
Nggak semua produk worth it untuk dipromosiin. Ada produk yang komisinya gede tapi nggak ada yang beli karena harganya terlalu mahal atau kurang populer. Ada juga produk yang laku keras tapi komisinya receh.
Kamu harus bisa balance antara tingkat permintaan (demand) dan komisi yang ditawarkan. Caranya? Manfaatkan fitur “Produk Trending” di TikTok Shop atau “Top Produk” di Shopee Affiliate. Lihat produk mana yang lagi viral, review-nya bagus, dan komisinya masih masuk akal.
Cek juga kompetitor: Lihat affiliate lain yang udah sukses, produk apa yang mereka promosiin, dan gimana cara mereka bikin konten. Bukan buat ditiru mentah-mentah, tapi buat dapat insight dan inspirasi.
Satu lagi yang sering dilupain: perhatikan rating dan jumlah review produk. Produk dengan rating 4.8+ dan ribuan review itu lebih gampang dijual karena social proof-nya kuat. Orang lebih percaya beli produk yang udah terbukti bagus di mata pembeli lain.
3. Buat Konten yang Autentik, Bukan Hard Selling
Orang buka TikTok buat hiburan, bukan buat ditawarin jualan terus-terusan. Kalau kontenmu cuma “Beli produk ini ya, link di bio”, dijamin scroll terus deh. Yang bikin konten affiliate laku adalah storytelling dan edukasi.
Contoh konten yang efektif: “Aku udah 2 minggu pakai serum ini, jerawatku berkurang 70%—ini before after-nya”, atau “5 gadget murah yang bikin kerja dari rumah lebih produktif”. Kasih value dulu, jualan belakangan.
Format konten yang recommended:
- Review jujur dengan before-after atau unboxing
- Tutorial cara pakai produk dengan hasil real
- Perbandingan produk A vs B (dengan objektif)
- Tips & Trik yang relevan dengan produk yang kamu promosiin
Kunci utamanya adalah autentik. Orang bisa ngerasain kok kalau kamu tulus kasih rekomendasi atau cuma kejar komisi. Kalau kamu genuine, meskipun followersmu masih sedikit, conversion rate bisa tetap tinggi.
4. Optimalkan Hook di 3 Detik Pertama
Di TikTok, kamu cuma punya 1-3 detik buat bikin orang berhenti scroll. Kalau opening-mu membosankan, video langsung di-skip, dan algoritma nganggap kontenmu kurang menarik.
Gunakan hook yang bikin penasaran atau relatable di awal video. Contoh hook yang efektif:
- “Produk viral ini ternyata SCAM!” (controversy hook)
- “Cara hilangkan jerawat dalam 3 hari—ini rahasianya” (benefit hook)
- “Aku rugi 500 ribu gara-gara beli ini…” (curiosity hook)
- “Kalau kamu orang yang sering begadang, wajib punya ini” (targeting hook)
Visual juga penting. Pastikan frame pertama video eye-catching: wajahmu yang ekspresif, produk close-up dengan pencahayaan bagus, atau before-after yang dramatis. Kombinasi hook verbal + visual yang kuat = recipe for viral.
Jangan lupa pakai teks on-screen buat yang nonton tanpa suara. Banyak orang scroll TikTok di tempat umum atau pas istirahat kerja tanpa nyalain audio, jadi subtitle atau text overlay itu wajib.
5. Konsisten Upload dan Manfaatkan Jam Prime Time
Algoritma TikTok dan Shopee suka akun yang aktif dan konsisten. Kalau kamu upload sebulan sekali, jangan harap dapat reach yang bagus. Minimal upload 3-5 kali seminggu buat maintain momentum dan engagement.
Tapi bukan asal upload aja. Timing itu penting. Jam prime time untuk TikTok Indonesia biasanya:
- Pagi: 06.00-08.00 (orang baru bangun, buka HP sambil sarapan)
- Siang: 12.00-14.00 (jam istirahat makan siang)
- Malam: 18.00-22.00 (pulang kerja/sekolah, waktu santai)
Coba test posting di jam-jam berbeda, terus track analytics-nya. Lihat kapan engagement rate dan views paling tinggi, lalu fokuskan posting di jam-jam itu.
Kalau kamu kesulitan konsisten karena sibuk, manfaatkan fitur schedule posting. Bikin konten batch di weekend, edit sekaligus, terus jadwalin upload otomatis sepanjang minggu. Efisien dan tetap konsisten.
6. Manfaatkan Live Streaming untuk Boost Konversi
Live streaming adalah senjata rahasia affiliate yang masih banyak diabaikan. Kenapa live itu powerful? Karena interaksi real-time bikin trust level naik drastis. Orang bisa tanya langsung, kamu bisa jawab dan kasih demo produk secara live.
Di TikTok dan Shopee, produk yang dipromosiin saat live biasanya punya conversion rate 3-5x lebih tinggi dibanding konten biasa. Algoritma juga lebih prioritasin akun yang aktif live ke audience yang lebih luas.
Tips sukses live streaming:
- Siapkan skrip ringan tapi jangan kaku—tetap natural
- Interact dengan viewers: sapa nama mereka, jawab pertanyaan, bikin Q&A
- Demo produk secara visual: unboxing, pakai di depan kamera, tunjukin hasil
- Kasih urgency: “Flash sale khusus live ini, sisa 10 produk lagi!”
- Durasi minimal 30 menit buat hasil optimal
Nggak perlu takut atau malu buat mulai live. Emang awalnya canggung, tapi semakin sering, semakin natural. Follower appreciate usaha kamu yang mau hadir secara live, dan itu bikin bonding lebih kuat.
7. Track Performance dan Terus Optimasi Strategi
Affiliate marketing bukan main tebak-tebakan. Kamu harus paham angka dan data buat tahu mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.
Rajin cek dashboard analytics di TikTok Seller Center dan Shopee Affiliate. Perhatikan metrik penting seperti:
- CTR (Click Through Rate): berapa persen orang yang klik link affiliate-mu
- Conversion Rate: dari yang klik, berapa persen yang beli
- Total GMV (Gross Merchandise Value): total nilai produk yang terjual lewat link-mu
- Engagement rate: likes, comments, shares, dan saves
Dari data ini, kamu bisa evaluasi: Produk mana yang paling laku? Konten format apa yang paling tinggi conversion-nya? Jam berapa posting paling efektif?
Jangan cuma bikin konten terus tanpa lihat hasilnya. Setiap minggu, luangkan waktu 30 menit buat review performa. Coba A/B testing: misalnya minggu ini pakai hook kontroversial, minggu depan pakai hook edukatif, lalu bandingkan mana yang lebih efektif.
Yang paling penting: Jangan takut gagal. Kalau ada konten yang flop, itu bukan akhir. Analisa kenapa, perbaiki, dan coba lagi dengan approach yang berbeda. Affiliate marketing adalah marathon, bukan sprint.
Kesimpulan
Sukses jadi affiliate TikTok dan Shopee itu bukan cuma soal rajin upload atau kebetulan viral. Kamu butuh strategi yang jelas: pilih niche yang tepat, riset produk dengan smart, bikin konten yang autentik dan engaging, konsisten, dan terus belajar dari data.
Yang paling penting adalah mulai sekarang. Banyak orang stuck di fase “nanti aja kalau udah siap”. Padahal, cara terbaik belajar affiliate marketing ya dengan langsung praktek. Daftar, pilih produk pertama, bikin konten, upload, evaluasi, repeat.
Udah ada pengalaman jadi affiliate? Atau masih ragu mau mulai? Share di kolom komentar! Kalau artikel ini bermanfaat, jangan lupa bookmark dan share ke temen-temen yang lagi nyari side hustle. Siapa tahu mereka juga butuh tips ini.
Ingat: Komisi pertamamu itu yang paling berkesan. Meskipun cuma puluhan ribu, tapi rasanya satisfaction-nya luar biasa karena kamu udah buktiin sistem ini beneran work. So, let’s get started!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)
1. Berapa followers minimal untuk bisa jadi affiliate TikTok dan Shopee?
Untuk Shopee Affiliate, kamu bisa langsung daftar tanpa syarat jumlah followers—bahkan 0 followers pun bisa. Untuk TikTok Shop Affiliate, syaratnya minimal 1.000 followers dan 18 tahun ke atas. Tapi jangan fokus ke angka followers dulu. Yang lebih penting adalah kualitas konten dan engagement rate. Banyak affiliate dengan followers 5.000 yang hasilnya lebih besar daripada yang punya 50.000 followers tapi engagement-nya rendah.
2. Apakah saya harus beli produk dulu sebelum promosiin?
Tidak wajib, tapi sangat direkomendasikan. Review dan konten yang based on pengalaman pribadi jauh lebih convincing dan autentik. Orang bisa ngerasain kok kalau kamu cuma copy-paste deskripsi produk tanpa pernah nyoba.
Kalau budget terbatas, kamu bisa mulai dari produk murah dulu (di bawah 50 ribu), atau manfaatkan produk yang memang udah kamu pakai sehari-hari. Beberapa brand juga kasih free sample buat affiliate yang udah punya engagement bagus.
3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai bisa dapat komisi pertama?
Sangat bervariasi tergantung strategi dan effort yang kamu invest. Ada yang dapat komisi pertama dalam seminggu pertama karena kontennya langsung viral atau mereka konsisten upload. Ada juga yang butuh 1-2 bulan karena masih trial-error cari formula yang cocok.
Yang pasti, semakin konsisten kamu upload konten berkualitas, semakin cepat algoritma recognize akun kamu dan push ke audience yang tepat. Jangan berkecil hati kalau bulan pertama belum dapat apa-apa—keep learning, keep improving, dan hasil akan mengikuti.